Wijaya Kusumah, M.Pd

Wijaya Kusumah, S.Pd, M.Pd, Lahir di Jakarta, 28 Oktober 1972. Menyelesaikan pendidikan S1 di IKIP Jakarta pada Jurusan Teknik Elektro (1990-1994). Telah menyel...

Selengkapnya
Guru yang Mampu Menggerakan oleh Asep Sapaat

Guru yang Mampu Menggerakan oleh Asep Sapaat

GURU YANG MENGGERAKKAN

Asep Sapa’at

Pemerhati Pendidikan,

GM Pendidikan Dompet Dhuafa

Wijaya Kusumah, saya kerap memanggilnya Om Jay. Seorang guru yang juga blogger. Sosok pendidik yang rakus membaca dan produktif menulis. Baginya, tiada hari tanpa membaca dan menulis. Satu sikap hidup yang patut ditiru para insan pendidik lainnya.

Hari-hari kita menentukan hidup kita. Ketika kita menjalani detik demi detik, jam demi jam, kita menciptakan tahun-tahun kita. Ketika kita menjalani hari-hari kita, kita sedang mengukir perjalanan hidup kita. Apa yang kita lakukan hari ini menciptakan masa depan kita. Gagasan yang kita pikirkan, buku yang kita baca, diskusi hebat yang dihelat bersama kawan sejawat, dan tindakan yang kita ambil menentukan nasib kita.

Setiap orang memiliki kekuatan hebat di dalam dirinya. Agar kekuatan yang ada di dalam diri berkembang, kita harus menggunakannya. Semakin sering kita melatihnya, kekuatan kita semakin besar. Semakin besar kekuatan ini ditunjukkan, kita akan semakin percaya diri. Henry David Thoreau (2009) pernah mengutarakan, “Saya tahu tidak ada fakta yang lebih membesarkan hati kecuali kemampuan manusia yang tidak perlu dipertanyakan lagi untuk meningkatkan hidup mereka dengan usaha keras yang dilakukan dengan penuh kesadaran.” Om Jay tahu persis apa yang harus dilakukan untuk mengembangkan dirinya lewat kegiatan tulis-menulis. Yang luar biasanya lagi, Om Jay tak mau dirinya berkembang sendirian. Beliau sangat aktif menebarkan virus berliterasi kepada rekan-rekan sejawat guru lainnya.

Kiprah Om Jay hari ini digerakkan oleh beberapa orang yang menginspirasinya di masa silam. Muncul nama Pak Dedi Dwitagama, Pak Agus Sampurno, dan beberapa nama lain yang menggugah Om Jay untuk gandrung di dunia tulis-menulis dan dunia blog. Inspirasi itu tak berhenti karena Om Jay mulai bergerak untuk mengikuti kebiasaan-kebiasaan positif dari sosok-sosok yang menginspirasinya. Pepatah lama memang benar, “Mengetahui bagaimana membaca tetapi tidak membaca hampir sama dengan tidak mengetahui bagaimana cara membaca.” Seandainya Om Jay tak disiplin menghabiskan hari-harinya bergelut dengan aktivitas membaca, menulis, berdiskusi, dan berbagi ilmu, mustahil beliau bisa berada di titik pencapaian hari ini. Om Jay disiplin terus bergerak menapaki hari, mengisi pikiran dengan ide-ide besar dan pemikiran yang memesona, dan mengalirkan harapan dan inspirasi lewat kegiatan tulis-menulis.

Membaca buku Catatan Harian Seorang Blogger membuat saya merasa yakin bahwa Om Jay merupakan sosok yang digerakkan oleh kenikmatan dan kebahagiaan menyelami dunia tulis-menulis sekaligus menggerakkan orang lain untuk dapat merasakan kenikmatan yang dirasakannya. Membaca buku Om Jay sambil menikmati secangkir teh manis, saya merasa sedang berdialog dengan cita-cita dan idealismenya. Saya bisa melihat sudut pandang dan belajar mengenai apa yang menggerakkannya. Terus bergerak Om Jay karena dunia pendidikan membutuhkan sosok-sosok penggerak yang memiliki cita-cita luhur, antusias berkarya, gemar menebarkan kebaikan dan kebermanfaatan seluas-luasnya pada orang lain.

Bogor, 14 Mei 2020

Jadilah Guru Yang Mampu Menggerakkan orang Lain.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post