Wijaya Kusumah, M.Pd

Wijaya Kusumah, S.Pd, M.Pd, Lahir di Jakarta, 28 Oktober 1972. Menyelesaikan pendidikan S1 di IKIP Jakarta pada Jurusan Teknik Elektro (1990-1994). Telah menyel...

Selengkapnya

Seratus Ribu yang Membuatku Terharu

Selembar Seratus Ribu Rupiah Membuatku Terharu - April 02, 2020 Oleh: Sumarjiyati Peserta belajar menulis gelombang 8Di tengah maraknya wabah corona yang melanda saat ini, tentu membuat kita bersedih hati.Banyak masyarakat kecil yang merasakan dampaknya. Selama masa social distancing membuat orang-orang yang tergolong ekonomi menengah ke bawah merasakan hal yang berat.Bagaimana tidak mereka yang biasanya bekerja di kota sebagai penjual cilok, bakso bakar bahkan bakso keliling sekarang sudah tidak bisa lagi bekerja dan mereka kembali ke rumah, tetap di rumah dan belum bisa mencari penghasilan seperti biasanya.Untuk kerja sampingan yang lain mereka juga kesulitan. Sedangkan kebutuhan tiap hari tidak bisa ditahan. Selama berada di rumah mereka butuh makan dan biaya hidup lainnya.Sore itu aku dapati tetanggaku datang ke rumah. Aku kaget karena tidak biasanya beliau datang. Aku tanya apa kepentingan beliau datang dan beliau pun menceritakan keadaan keluarganya.Sungguh terasa miris aku mendengarnya. Sedih juga ternyata saat ini, banyak orang yang merasakan betapa perihnya hanya untuk mendapatkan selembar uang kertas berwarna merah itu.Aku pun tidak tega, saat beliau mengatakan ingin pinjam uang untuk menyambung hidup sehari hari. Melihat hal itu batinku terasa hancur.Kadang dengan selembar uang itu bagi keluargaku kurang menghargai. Sering kami membelanjakannya begitu mudah.Astaghfirulah al'adzim ampuni hamba ya rabb..😭.Aku pun segera menuju kamar dan kulihat tas kecilku itu. Lalu aku ambil selembar uang kertas yang ada di antara lembaran lembaran lainya.Namun berhubung tanggal tua, tas kecil ku itu hanya berisikan beberapa uang lembaran coklat, abu-abu, biru dan selembar berwarna merah.Aku ambil yang berwarna merah itu. Kemudian segera aku berikan ke tetanggaku tadi dan aku bilang tidak usah memikirkan untuk mengembalikannya.Aku takut menjadi beban untuknya. Beliaupun merasa tidak enak. Namun tetap aku paksa untuk menerimanya. Akhirnya beliaupun menerimanya dan tiba- tiba memelukku erat sambil menangis. Aku bisa merasakan apa yang beliau rasakan.Semoga uang yang kuberikan bermanfaat dan buat pembaca mari kita saling mendoakan agar virus corona ini segera mereda.
DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post