Wijaya Kusumah, M.Pd

Wijaya Kusumah, S.Pd, M.Pd, Lahir di Jakarta, 28 Oktober 1972. Menyelesaikan pendidikan S1 di IKIP Jakarta pada Jurusan Teknik Elektro (1990-1994). Telah menyel...

Selengkapnya
Kata Pengantar Guru Blogger Indonesia untuk Buku Unlimited Karya Ibu Epong, Alumni SGI
omjay

Kata Pengantar Guru Blogger Indonesia untuk Buku Unlimited Karya Ibu Epong, Alumni SGI

Kata Pengantar Guru Blogger Indonesia

Wijaya Kusumah S Pd, M Pd (Omjay)

Blogger Nasional dan Penulis Buku Menciptakan Pola Belajar yang Efektif dari Rumah

Seharian ini saya melumat habis buku karya ibu Epong. Judulnya Unilimited teacher. Sebuah catatan perjalanan dari gurumu yang tak sempurna. Sebuah kisah nyata seorang guru yang ingin bangsanya maju di bidang pendidikan.

Kisahnya dimulai dari beliau mengenyam pendidikan di bangku sekolah dasar. Begitu hebat daya ingatnya. Beliau menceritakan pengalamannya dengan guru-guru terbaik Indonesia. Saya merasakan perjalanan bu Epong dalam menuntut ilmu yang tak terhingga. Bila anda membaca buku ini sampai habis, maka anda akan menjadi tahu mengapa kita harus menjadi guru yang tak terhingga. Guru yang senantiasa belajar sepanjang hayat demi mencapai kesempurnaan hidup.

Tentu kita masih ingat ketika sekolah di Sekolah Menengah Atas. Kita yakini bersama bahwa tidak semua dari kita dapat mencerna semua mata pelajaran dengan baik. Dan masa ujian berubah menjadi hal menakutkan di sekolah. Kita takut akan nilai-nilai yang kita dapatkan dalam ijazah dibawah standar, kita takut jika nilai itu menjadi memalukan kedua orang tua. Karena ijazah kita adalah selembar kertas yang menjadi barang tukar bagi kampus, beasiswa, pekerjaan maupun pertanyaan dari sejumlah orang kepo di masyarakat.

Kita selalu membayangkan usaha selama tiga tahun belajar di sekolah dan kita hanya dinilai dari angka yang tertera di ijazah. Kita tidak bisa menutup mata, bahwa ada usaha-usaha illegal yang terjadi selama ujian nasional berlangsung. Ada saja siswa yang membeli kunci jawaban ujian saat itu. Ada salah seorang teman yang menawari membeli kunci jawaban dengan berpatungan dimana kunci jawaban itu di hargai 1 juta. Kisah ini diceritakan dengan gaya bertutur yang apik oleh ibu Epong.

Namun nyatanya keimanan hanyalah sebatas dibibir, kita mulai goyah tatkala cobaan menghantam kita, kita ragu apakah kita bisa melangkah lebih jauh, kita takut jika kita akan terjatuh atau justru lupa bahwa setiap langkah yang kita jejaki adalah atas TakdirNya. Allahmu tidaklah kerdil, dia juga tidak buta dan tuli. Yang tidak tahu kesulitan hambanya. Allahmu hanya mau engkau lebih yakin kepadaNya, hingga terbuktilah keimanan tidak hanya sekedar di dada. Kalimat ini begitu mengena dalam buku ini dan saya berharap anda dapat menemukan kalimat berisi lainnya dari buku Ibu epong yang inspiratif ini.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

Guru Blogger Indonesia

Blog http://wijayalabs.com

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post